40Kosa Kata Bahasa Maluku dan Artinya - Belajar Bahasa Online Lokal/ Local Languange. Kata Kata Sindiran Kasar Dalam Bahasa Ambon. Maluku - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. ahkam.sangaji: BAHASA DAN DIALEG AMBON MALUKU. ALE PARLENTE BETA ( Biking Hati Galau ) + Lyrics - YouTube. 6 Realitas yang Bikin Kamu Selalu Bangga Menjadi
Ide21+ Kata Mutiara Bahasa Manado Dan Artinya. Tahu dua kata bahasa Manado yang seperti nama layanan Go-jek? Pemakaian bahasa indonesia di kalangan remaja sulawesi tenggara.tif. Kamus Bahasa Manado Sehari-hari (UPDATED 2021) - Satujejak.com. Bahasa Manado Gaul, Bahasa Prokemnya Manado - Manado Baswara. Bahasa Manado Paling Dicari Sepanjang 2017 - Manado Baswara. 50 Kata Bijak Bahasa Manado Lucu - Manado Baswara
Katamutiara bahasa sunda lemes by bijak posted on june 5 2018. Bahasa ini dipakai hampir di seluruh provinsi Jawa Barat sebagian Jawa Tengah dan Banten. Salah satunya adalah melalui kata-kata mutiara bijak Sunda kahirupan atau kehidupan ini. Boleh istirahat tapi jangan menyerah dan berhenti berjuang. Kahuripan yang berarti kehidupan.
KataBijak Bahasa Ambon Dan Artinya. Author Bayu Reading 3 min Views 5.4k. Published by 10 Juli 2017. 1. 09/09/2015 · Contoh percakapan Bahasa batak toba degan Artinya, untuk pacar dan juga orang tua, Kamu yang ingin belajar bahasa batak, tentunya harus tahu dong kosa kata bahasa batak itu sebanyak mungkin. 2.
Kamupasti sering banget mendengar atau melihat kata Lolo, baik itu di dunia nyata maupun dunia maya seperi facebook, twitter, instagram atau aplikasi berbasis chat lainnya sepeti BBM, Line dll. Namun apakah kamu mengetahui definisi sebenarnya tentang kata Lolo yang sebenarnya supaya kamu paham dalam membaca kalimat yang mengandung kata tersebut.
uewy. - Sambut hari raya Idul Adha tahun ini dengan memeriahkannya di media sosial seperti dengan memasang status ucapan selamat Idul Adha 2023. Tahun ini, Idul Adha 2023 atau 1444 Hijriah jatuh pada 29 Juni 2023. Idul Adha merupakan sebuah hari raya dalam agama Islam memperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim bersedia mengorbankan putranya Isma'il sebagai wujud kepatuhan terhadap Allah. Berikut kumpulan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha 2023 bahasa Inggris dan artinya dalam bahasa Indonesia. Baca juga Kumpulan Poster Idul Adha 2023/1444H, Cocok Dibagikan ke Facebook, Instagram, Twitter dan WhatsApp Poster Gambar Ucapan Idul Adha 2023/1444H TribunManado/Erlina 1. Eid Al-Adha Mubarak! May you have a wonderful Eid Al-Adha this year. Arti "Selamat hari raya Idul Adha! Semoga Idul Adha kamu tahun ini menyenangkan." 2. May your sincere prayers be answered. Eid Al-Adha Mubarak to you and your loved ones. Arti "Semoga Allah SWT mengabulkan doamu. Selamat hari raya Idul Adha untuk kamu dan orang-orang tercinta." 3. Wishing you a very Happy Eid Al-Adha! Cherish every moment of this beautiful festival and may all your dreams come true soon. Arti "Saya mengucapkan selamat hari raya Idul Adha! Selamat menikmati setiap momen yang indah ini dan semoga semua impianmu segera terwujud." 4. May this Eid bring happiness to you and your family. Eid Al-Adha Mubarak! Arti "Semoga Hari Raya ini membawa kebahagiaan bagi kamu dan keluarga. Selamat hari raya Idul Adha!" Baca juga 25 Link Twibbon Idul Adha 2023, Bisa di Download Secara Gratis untuk Dijadikan Bingkai Foto Medsos 5. Wishing you and your family, peace, harmony, happiness, good health, and prosperity on the auspicious occasion of Eid. Eid Al-Adha Mubarak to you and family! Arti "Semoga kamu dan keluarga diberikan kedamaian, harmoni, kebahagiaan, kesehatan, dan kemakmuran pada Hari Raya ini. Selamat hari raya Idul Adha bagi kamu dan keluarga!"
50 Contoh Kata Kasar di Beberapa Daerah di Indonesia dan Artinya – Pada ketika mengunjungi daerah tertentu, tidak jarang kamu akan mendengarkan beberapa ucapan dalam bahasa daerah yang tidak dimengerti. Namun, tahukah kamu bahwa ada beberapa kata kasar dalam bahasa daerah yang biasanya sering diucapkan? Kira-kira apa saja contoh kata kasar yang terdapat di berbagai suku dan daerah di Indonesia? Cek di bawah ini! Berikut Deretan Contoh Kata Kasar di Beberapa Daerah di IndonesiaDaftar IsiBerikut Deretan Contoh Kata Kasar di Beberapa Daerah di IndonesiaContoh Kata Kasar dalam Bahasa JawaContoh Kata Kasar dalam Bahasa SundaContoh Kata Kasar dalam Bahasa ManadoContoh Kata Kasar dalam Bahasa Minang Daftar Isi Berikut Deretan Contoh Kata Kasar di Beberapa Daerah di Indonesia Contoh Kata Kasar dalam Bahasa Jawa Contoh Kata Kasar dalam Bahasa Sunda Contoh Kata Kasar dalam Bahasa Manado Contoh Kata Kasar dalam Bahasa Minang Jika kamu tergolong seorang pendatang, tentunya kamu tidak akan begitu memahami beberapa ucapan dalam bahasa daerah tersebut. Meskipun sudah sering mendengarkannya, tentu kamu harus menggali lagi pengertian dari kata-kata dalam bahasa daerah yang kamu dengar agar dapat memahaminya. Seringkali ucapan dalam bahasa daerah yang kamu dengarkan mengandung beberapa kata kasar. Tak hanya kerap dilontarkan ketika dalam situasi marah, kecewa, ataupun kesal terhadap sesuatu, kata kasar dengan tendesi makian juga sering diucapkan dalam suatu lingkungan pergaulan. Untuk itu, ada baiknya kamu cukup tahu saja tentang kata kasar dalam bahasa daerah ini dan hindari untuk melontarkan kata-katanya, ya. Nah, di bawah ini ada beberapa contoh kata kasar di beberapa daerah di Indonesia beserta artinya yang perlu kamu ketahui Contoh Kata Kasar dalam Bahasa Jawa Youtube/Fortuna Enterprise Berikut ini merupakan beberapa contoh kata kasar dalam Bahasa Jawa yang biasanya digunakan untuk anak usia muda di wilayah Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Kata-kata di bawah ini kerap dilontarkan lantaran mereka menganggap kata kasar tersebut sebagai bahasa gaul sesama mereka. 1. Jancok atau jancuk Kata kasar ini berasal dari kata “encuk” dari sebutan diencuk yang artinya ditusuk dalam bersetubuh. Kemudian seiringnya waktu, pengucapan kata ini mulai berubah menyesuaikan dengan lidah yang dirasa pas oleh penutur. 2. Ndhasmu Kata ndhasmu merupakan kata makian yang berkaitan dengan bagian tubuh. Kata ndhasmu tersebut digunakan untuk memaki lawan bicara karena berbicara tentang sesuatu hal yang tidak sesuai dengan kenyataan. Karena merasa jengkel, penutur mengucapkan kata ndhasmu sebagai wujud ketidaksenangan atas sesuatu hal yang diucapkan lawan bicara. Kata ndhasmu merujuk kepada bagian tubuh yaitu kepala. 3. Raimu Kata Raimu merupakan kata kasar atau makian yang berkaitan bagian tubuh. Kata ini memiliki arti wajah atau muka dan kerap digunakan untuk memaki lawan bicara terhadap sesuatu hal yang kurang berkenan di hati penutur. Kata makian ini merujuk kepada bagian tubuh yang ada di kepala yaitu wajah. Dengan menggunakan makian ini penutur bermaksud menyudutkan lawan bicara dengan menyinggung wajah, yakni dengan kata Raimu. 4. Picek Kata picek tergolong sebagai kata kasar yang berkaitan dengan keadaan. Memiliki arti buta atau mata yang mengalami gangguan’, kata ini dalam tuturan tersebut digunakan untuk memaki lawan tutur yang tidak dapat membedakan antara sesuatu hal dengan hal yang lain. Oleh sebab itu, penutur memaki lawan tutur dengan kata picek. Hal ini didasari oleh adanya rasa jengkel karena lawan tutur tidak bisa membedakan dua hal yang sudah jelas-jelas berbeda. 5. Budheg Kata budheg juga tergolong sebagai kata makian yang berkaitan keadaan. Kata ini memiliki arti tuli atau terdapat gangguan pada indra pendengaran dan digunakan untuk memaki lawan tutur yang tidak memberikan respon ketika dipanggil oleh penutur. Penutur berasumsi bahwa lawan tutur mengalami gangguan pendengaran. Sehingga, penutur menggunakan kata budheg sebagai makian untuk mewujudkan rasa jengkelnya. 6. Gendheng Kata gendheng merupakan kata makian yang berkaitan dengan keadaan. Kata gendheng memiliki arti gila atau kejiwaan yang mengalami gangguan’. Kata gendheng dalam tuturan tersebut digunakan untuk memaki lawan tutur yang bertingkah aneh dan tidak selayaknya orang normal. Lawan tutur memadankan tingkah laku tersebut dengan tingkah laku orang gila. Hal ini diwujudkan dengan penggunaan kata gendheng sebagai makian. 7. Goblog Kata goblog merupakan kata makian yang berkaitan dengan keadaan. Kata goblog memiliki makna tidak pintar atau bodoh’. Dalam tuturan tersebut, kata goblog digunakan untuk memaki lawan tutur yang tidak dapat membedakan antara sesuatu hal dengan hal yang lain. Oleh sebab itu, penutur memaki lawan tutur dengan kata goblog karena didasari rasa jengkel. 8. Su atau Asu Kata Su berasal dari kata dasar Asu yang memiliki arti anjing’. Kata tersebut merupakan kata makian yang berkaitan dengan binatang dan kerap dilontarkan oleh penutur karena panggilannya tidak dihiraukan atau tidak dijawab. Ketika kata ini dilontarkan, penutur berasumsi bahwa lawan tutur tidak mengerti bahasa manusia. Oleh karena itu, ia memadankan lawan tutur dengan hewan atau binatang yaitu anjing dan diwujudkan dengan kata su atau asu. 9. Jangkrik Kata Jangkrik merupakan kata makian yang berkaitan dengan binatang. Di mana Jangkrik sendiri adalah nama salah satu hewan yang biasa hidup di dalam tanah. Biasanya, kata kasar ini digunakan oleh penutur yang merasa kesal kepada lawan tutur lantaran ia tidak bisa melakukan sesuatu hal yang sangat mudah. Si penutur menyamakan lawan tuturnya dengan hewan, yaitu Jangkrik. 10. Damput Kata Dampun merupakan kata kasar atau kata makin yang maknanya tidak jauh berbeda dari kata “jancuk”. Berasal dari kata diamput yang artinya diapit dalam hal persetubuhan, kata tersebut kemudian berubah seiring waktu menjadi damput. 11. Nggateli Kata Nggateli berasal dari kata “gatel” gatal tetapi ditambah “li”. Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, kata ini memiliki arti yang merujuk kepada kemaluan lelaki. Jadi, kata kasar yang satu ini memiliki arti gatal pada kemaluan lelaki. Apabila kamu melontarkan kata ini kepada teman dekat mungkin tidak menjadi permasalahan, namun akan berbeda ketika dalam percakapan formal dan sopan. 12. Nggapleki Kata ngapleki merupakan kata kasar yang berkaitan dengan kondisi. Memiliki arti ngeselin, kata ini biasanya lebih sering di dengar di daerah Kediri dan kerap diplesetkan “gaplek asale soko telo” dari sebuah lagu karya almarhum Didi Kempot. 13. Cangkeme Kata cangkeme merupakan kata kasar yang berkaitan dengan bagian tubuh. Berasal dari kata dasar “cangkem” yang berarti mulut atau alat ucap, kaca cangkeme merujuk kepada alat ucap manusia yang biasa digunakan untuk makan dan minum dan juga untuk berkomunakasi dengan menggunakan bahasa yang diwujdukan melalui kata-kata atau tuturan. 14. Matane Kata matane merupakan kata kasar yang berkaitan dengan bagian tubuh dan berasal dari kata mata yang berarti alat indera yang digunakan untuk melihat’. Kata kasar ini merujuk kepada bagian tubuh yang digunakan untuk menangkap gambar-gambar dari pembiasan cahaya atau alat indra penglihatan. 15. Sodhok Kata sodhok merupakan kata kasar yang berkaitan dengan aktivitas. Di mana aktivitas yang dimaksud adalah mendorong salah satu bagian tubuh yang biasanya dilakukan dengan tangan atau benda lain, seperti tongkat dan sejenisnya. Dengan melihat bahwa setelah kata kasar yang dimaksud terdapat kata “ndhasmu”, berarti itulah yang menjadi referen kata kasar sodhok tersebut. Contoh Kata Kasar dalam Bahasa Sunda Di bawah ini adalah beberapa contoh kata kasar dalam Bahasa Sunda yang biasanya dilontarkan oleh anak-anak usia muda di wilayah Jawa Barat. 1. Aing Kata aing memiliki arti saya atau aku. Jika kamu melontarkan kata ini saat berbicara dengan teman sebaya yang sudah dekat mungkin tidak akan dipermasalahkan. Kata-kata berikut ini kerap dilontarkan lantaran mereka menganggap kata kasar tersebut sebagai bahasa gaul di lingkungan mereka. Biasanya, kata ini akan tergolong sebagai kata kasar jika dilontarkan saat berbicara kepada orangtua. Ada baiknya kamu bisa pakai kata “abdi” atau “kuring” sebagai kata pengganti saya dalam bahasa Sunda yang tingkatannya lebih sopan dan halus. 2. Maneh Kata maneh adalah kata yang memiliki arti kamu. Sama seperti kata aing, kata maneh juga tidak akan dipermasalahkan jika dilontarkan saat berbicara dengan teman sebaya yang sudah dekat. Namun, jika kamu sedang berbicara kepada orang yang lebih tua dengan menggunakan kata ini maka akan tergolong sangat kasar. 3. Sia Kata sia juga memiliki arti kamu. Tergolong sebagai kata kasar, kata ini ada baiknya dihindari ketika sedang berbicara dengan orangtua. Ada baiknya kamu bisa pakai kata “anjeun” sebagai kata pengganti kamu dalam bahasa Sunda yang tergolong lebih halus dan sopan. 4. Podol Kata podol merupakan kata kasar yang berkaitan dengan bagian tubuh. Kata ini merujuk kepada bagian tubuh yaitu feses. Jika mengucapkan kata tersebut di tanah Sunda kepada orangtua ataupun orang yang baru dikenal, kamu akan dianggap sebagai orang yang kasar, aneh dan tidak sopan. Namun, kata tersebut tidak akan dipermasalahkan jika kamu ucapkan kepada teman dekat karena akan dimaknai sebagai bercandaan. 5. Koplok Kata koplok merupakan kata makian yang berkaitan dengan keadaan. Kata koplok memiliki makna tidak pintar atau bodoh. Dalam tuturan tersebut, kata ini kerap digunakan untuk memaki lawan tutur yang tidak dapat membedakan antara sesuatu hal dengan hal yang lain. Oleh sebab itu, penutur memaki lawan tutur dengan kata goblog karena didasari rasa jengkel. Namun, kata koplok juga bisa diartikan sebagai candaan bagi seseorang yang sudah sangat dekat dengan sahabat atau keluarganya. 6. Ngajangkor Kata ngajangkor dalam bahasa Sunda memiliki arti pergi. Sama seperti kata kasar sebelumnya, kata ngajangkor juga tidak akan dipermasalahkan jika dilontarkan saat berbicara dengan teman sebaya yang sudah dekat. Namun, jika kamu sedang berbicara kepada orang yang lebih tua dengan menggunakan kata ini maka akan dianggap tidak sopan. 7. Anjir Kata anjir berasal sebenarnya adalah turunan dari kata anjing. Kata tersebut merupakan kata makian yang berkaitan dengan binatang dan kerap dinilai lebih halus daripada anjing. Meskipun begitu, kata ini tetap saja tergolong sebagai kata kasar di tanah Sunda. Ketika kata anjir dilontarkan, penutur biasanya dihadapkan dengan situasi kesal, marah, terpesona atau hanya tambahan ungkapan dalam kalimat biasa. Oleh karena itu, ia memadankan lawan tutur dengan hewan atau binatang yaitu anjing dan diwujudkan dengan kata anjir. 8. Kehed Kata kehed adalah salah satu kata umpatan dalam Bahasa Sunda yang berarti sialan. Kata ini merupakan kata makian yang dilontarkan oleh penutur karena merasa kesal atau marah dengan seseorang. Oleh karena itu, ia melontarkan kata kehed untuk mengungkapkan kekesalan. 9. Jurig dan belis Kata Jurig dan belis merupakan kata makian yang berarti hantu atau setan. Dalam tuturan tersebut, kata jurig dan belis digunakan untuk mengutarakan rasa kekesalan kepada seseorang. Oleh sebab itu, penutur memaki lawan tutur dengan kata jurig dan belis karena didasari rasa jengkel. 10. Eusleum Kata eusleum merupakan kata makian yang berkaitan dengan keadaan. Kata ini memiliki arti gila atau kejiwaan yang mengalami gangguan’. Dalam tuturan tersebut, kata eusleum digunakan untuk memaki lawan tutur yang bertingkah aneh dan tidak selayaknya orang normal. Kata ini dituturkan untuk memadankan tingkah laku tersebut dengan tingkah laku orang gila. Hal ini diwujudkan dengan penggunaan kata eusleum sebagai makian. 11. Bagoy Kata bagoy merupakan pelesetan dari kata bagong yang memiliki arti “babi hutan”. Kata tersebut merupakan kata makian yang berkaitan dengan binatang dan kerap dilontarkan ketika panggilannya tidak dihiraukan atau tidak dijawab oleh seseorang. Ketika kata ini dilontarkan, penutur berasumsi bahwa seseorang tersebut tidak mengerti bahasa manusia. Oleh karena itu, ia memadankan lawan tutur dengan hewan atau binatang yaitu babi hutan dan diwujudkan dengan kata bagoy. 12. Beungeut Kata beungeut merupakan kata kasar yang berkaitan bagian tubuh. Kata ini memiliki arti wajah atau muka dalam Bahasa Indonesia. Biasanya, kata beungeut digunakan untuk memaki lawan bicara terhadap sesuatu hal yang kurang berkenan di hati penutur. Dengan melontarkan kata kasar ini, penutur bermaksud menyudutkan lawan bicara dengan menyinggung wajah, yakni dengan kata beungeut. 13. Ontohod Kata ontohod sebenarnya memiliki artian yang sama dengan kata koplok, yakni tidak pintar atau bodoh. Dalam tuturan tersebut, kata ontohod kerap digunakan untuk memaki lawan tutur yang tidak dapat membedakan antara sesuatu hal dengan hal yang lain. Dulunya, kata ini sempat populer karena sering diucapkan dalam cerita Kabayan dimana mertua Kabayan, yakni abah mengata-ngatain menantunya yang sering melakukan kekonyolan. Kini, kata ontohod masih sering diutarakan oleh anak-anak muda di Jawa Barat kepada teman dekatnya. 14. Ngajedog Kata ngajedog merupakan kata kasar yang berarti diam. Kata ini biasanya diucapkan untuk menyuruh seseorang diam atau tidak ikut berbicara atau melakukan sesuatu. Jika kamu sedang berbicara dengan orang yang lebih tua, ada baiknya tidak menggunakan kata yang satu ini karena sifatnya tidak sopan. 15. Sungut/babangus Kata sungut/babangus merupakan kata makian yang berkaitan dengan bagian tubuh. Kata ini digunakan untuk memaki lawan bicara karena berbicara tentang sesuatu hal yang tidak sesuai dengan kenyataan. Karena merasa jengkel, penutur biasanya mengucapkan kata sungut/babangus sebagai wujud ketidaksenangan atas sesuatu hal yang diucapkan lawan bicara. Kata sungut/babangus merujuk kepada bagian tubuh yaitu mulut. Contoh Kata Kasar dalam Bahasa Manado Setiap daerah tentu memiliki bahasa daerahnya masing-masing yang menjadi keunikannya. Di Manado, ada beberapa contoh kata kasar yang kerap diucapkan oleh kawula mudanya dan perlu kamu pahami artinya. Umumnya, setiap kata dan makian yang dilontarkan akan mengarah pada objek tertentu. Selain itu, kata yang dilontarkan ini juga menyiratkan makna lain. 1. Telasota Kata telasota merupakan contoh kata kasar yang berkaitan dengan bagian tubuh yakni kemaluan laki-laki. Kata ini berasal dari kata “te” atau “tai” yang berarti kotoran, sedangkan “laso” atau “lacu” berarti penis alat kelamin laki-laki. Biasanya, ungkapan kata kasar ini dilakukan ketika seseorang sedang mengumpat, atau setelah meluapkan emosinya yang tidak terkontrol. Perlu kamu ketahui bahwa kata ini sangat sensitif dalam bahasa Sulawesi dan kerap memicu konflik antarsesama jika diungkapkan tanpa melihati situasi. 2. Ontak Kata ontak merupakan contoh kata kasar yang berkaitan dengan bagian tubuh. Kata ini digunakan untuk memaki lawan bicara karena berbicara tentang sesuatu hal yang tidak sesuai dengan kenyataan. Diartikan sebagai “otak”, kata ontak digunakan sebagai umpatan yang digunakan untuk memaki lawan bicara karena berbicara tentang sesuatu hal yang tidak sesuai dengan kenyataan. Biasanya kata kasar ini akan terucapkan ketika seseorang merasa jengkel dan sebagai wujud ketidaksenangan atas sesuatu hal yang diucapkan lawan bicara. 3. Boke Kata boke juga merupakan kata kasar di daerah Manado yang merujuk pada binatang. Memiliki makna berarti “babi”, kata boke dituturkan ketika seseorang merasa kesal kepada lawan bicaranya karena tidak mengerti bahasa manusia. Oleh karena itu, akhirnya memadankan lawan tutur dengan hewan atau binatang yaitu babi hutan dan diwujudkan dengan kata boke. 4. Tolor Kata tolor merupakan kata makian yang merujuk pada bagian tubuh, tepatnya alat kemaluan laki-laki. Jadi, contoh kata kasar yang satu ini memiliki arti alat kemaluan lelaki. Apabila kamu melontarkan kata ini kepada teman dekat mungkin tidak menjadi permasalahan, namun akan berbeda ketika dalam percakapan formal dan sopan. 5. Setang Kata setang merupakan kata kasar atau umpatan yang merujuk pada makhluk halus. Diartikan sebagai “setan”, kata ini biasanya diungkapkan kepada orang-orang yang memiliki kelakuan seperti setan. Selain itu, kata setang juga kerap dilontarkan ketika seseorang sedang marah atau emosi. 6. Sangaya Kata sangaya tergolong sebagai contoh kata kasar yang berkaitan dengan keadaan mental seseorang. Memiliki arti nakal, kata ini dalam tuturan tersebut digunakan untuk mengumpat lelaki yang nakal. Selain itu, kata sangaya juga kerap diucapkan sebagai sarana untuk mengungkapkan emosi. 7. Maniso Kata maniso juga tergolong sebagai kata kasar yang berkaitan dengan keadaan mental seseorang. Memiliki arti genit, kata ini dalam tuturan tersebut digunakan untuk mengumpat seseorang yang genit. Kata ini juga kerap dilontarkan untuk memberikan peringatan kepada orang lain agar waspada terhadap seseorang yang genit. 8. Soa-soa Kata soa-soa merupakan kata makian yang berkaitan dengan bagian binatang. Kata ini digunakan untuk memaki lawan bicara karena tingkah atau omongannya menyerupai binatang. Karena merasa jengkel, biasanya seseorang di daerah Manado akan mengucapkan kata soa-soa sebagai wujud ketidaksenangan atas sesuatu hal yang diucapkan lawan bicara. 9. Letup Kata letup merupakan contoh kata kasar atau umpatan yang berkaitan dengan keadaan mental seseorang. Kata ini merujuk pada “seseorang yang memiliki sifat bodoh”. Umumnya, kata letup dilontarkan untuk memaki seseorang yang membuat jengkel. Namun, kata letup juga bisa diartikan sebagai gurauan bagi seseorang yang sudah sangat dekat dengan sahabat atau keluarganya di daerah Manado. 10. Sundal Kata sundal merupakan contoh kata kasar atau umpatan yang berkaitan dengan pekerjaan seseorang. Kata ini merujuk pada “pelacur”. Masyarakat di Manado kerap menyebut kata sundal kepada seorang perempuan yang senang merebut pasangan orang lain. Contoh Kata Kasar dalam Bahasa Minang Tiap daerah tentu memiliki kata-kata umpatannya tersendiri, begitu juga dengan orang Minang. Berikut ini adalah beberapa contoh kata kasar dalam bahasa Minang yang perlu kamu ketahui. 1. Landeh Kata landeh adalah contoh kata kasar atau kata umpatan yang merujuk pada hewan babi. Meskipun begitu, kata landeh disini bukan berati binatang yang sebenarnya. Namun, kata tersebut hanya menyatakan kiasan yang digunakan untuk memaki seseorang. Jika diungkapkan dalam situasi bercanda, kata landeh dapat dimaknai sebagai ekspresi keakraban. Namun, jika situasinya sedang serius dan kamu melontarkan kata landeh, maka kamu akan dianggap tidak sopan dan sangat kasar. 2. Gigi Kata gigi yang dimaksud di sini bukanlah berarti nama salah satu anggota tubuh yang berada di dalam mulut manusia yang sebenarnya. Namun, kata gigi disini hanya menyatakan kiasan yang digunakan untuk memaki seseorang. Ungkapan ini terbilang bermakna kasar karena penutur mengucapkannya dengan nada tinggi dan dalam situasi marah. Sehingga petutur tersinggung dan sakit hati dengan perkataan penutur. 3. Lonte Kata lonte merupakan contoh kata kasar atau kata umpatan yang merujuk pada pekerjaan pelacur. Namun, kata lonte di sini tidak dimaksudkan sebagai pekerjaan wanita yang menjual tubuhnya kepada semua laki-laki, namun menyatakan kiasan yang digunakan untuk memaki seseorang. Jika diungkapkan dalam situasi bercanda, kata lonte dapat dimaknai sebagai ekspresi keakraban jika dituturkan dengan nada rendah. Namun, jika situasinya sedang serius dan kamu melontarkan kata ini dengan nada tinggi, maka kamu akan dianggap tidak sopan dan sangat kasar. 4. Barangin Kata barangin merupakan kata kasar yang berkaitan dengan keadaan mental seseorang. Kata ini memiliki arti gila atau tidak waras, tidak bisa jadi pegangan, suka asyik dengan diri dan pikiran sendiri. Biasanya, kata barangin menjadi julukan untuk orang-orang yang suka nekat. Tidak hanya itu, kata ini juga kerap digunakan untuk memaki seseorang ketika sedang emosi. 5. Anjiang Kata anjiang berasal sebenarnya adalah turunan dari kata anjing. Kata tersebut merupakan kata makian yang berkaitan dengan binatang dan kerap dinilai lebih halus daripada anjing. Meskipun begitu, kata ini tetap saja tergolong sebagai kata kasar di tanah Minang. Ketika kata anjir dilontarkan, penutur biasanya dihadapkan dengan situasi kesal, marah, terpesona atau hanya tambahan ungkapan dalam kalimat biasa. Oleh karena itu, ia memadankan lawan tutur dengan hewan atau binatang yaitu anjing dan diwujudkan dengan kata anjiang. 6. Kalera Kata kalera merupakan kata kasar dalam bahasa Minang yang berarti keparat, kampret, kurang ajar dan kata-kata kasar semacamnya. Biasanya, ungkapan ini dilontarkan kepada seseorang sebagai bentuk rasa kekesalan. Selain itu, kata kalera juga sudah menjadi umpatan harian di kalangan komunitas pedagang pasar asal Sumatra Barat. Meskipun artinya sebenarnya sangat kasar dan tidak senonoh, namun kebanyakan masyarakat Minang sudah terbiasa mengucapkan kata ini ketika sedang merasa marah atau kesal. 7. Poyok Kata poyok merupakan kata kasar atau kata umpatan dalam bahasa Minang yang berarti wanita jalang yang tidak punya harga diri. Biasanya kata ini diungkapkan untuk memaki seorang wanita yang suka merebut pasangan orang lain. Atau, memiliki perilaku yang secara susila tidak pantas untuk dicontoh. 8. Ubilih Kata ubilih merupakan kata kasar atau kata umpatan yang berarti hantu atau setan. Dalam tuturan tersebut, kata ubilih digunakan untuk mengutarakan rasa kekesalan kepada seseorang. Oleh sebab itu, penutur memaki lawan tutur dengan kata ubilih karena didasari rasa jengkel. 9. Tughiak Kata tughiak merupakan kata kasar atau makian yang berkaitan bagian tubuh. Kata ini memiliki arti telinga bernanah dan kerap digunakan untuk memaki lawan bicara terhadap sesuatu hal yang kurang berkenan di hati penutur. Dengan menggunakan makian ini penutur bermaksud menyudutkan lawan bicara dengan menyinggung wajah, yakni dengan kata tughiak. Melontarkan kata tughiak termasuk Tindakan kasar karena penutur mengucapkannya dengan nada tinggi dan dalam situasi marah sehingga petutur tersinggung dan sakit hati dengan perkataan penutur. 10. Baruak Jika kata “anjiang” berarti anjing, maka kata baruak memiliki arti monyet. Kata ini tergolong sebagai kata kasar atau kata umpatan di masyarakat Minang. Biasanya, kata ini dilontarkan sebagai pengungkap rasa kesal. Namun, sering pula dilontarkan untuk menjaga suasana akrab dalam suatu pergaulan. Itulah deretan contoh kata kasar di beberapa daerah di Indonesia lengkap dengan pengertiannya. Semoga informasi di atas bisa menambah wawasan seputar kata-kata kasar di berbagai daerah. Jika kamu ingin mencari informasi menarik dan edukatif lainnya, kamu bisa kunjungi situs blog Mamikos dan temukan informasinya di sana. Klik dan dapatkan info kost di dekat mu Kost Jogja MurahKost Jakarta Murah Kost Bandung Murah Kost Denpasar Bali Murah Kost Surabaya Murah Kost Semarang Murah Kost Malang Murah Kost Solo Murah Kost Bekasi Murah Kost Medan Murah
bahasa kasar manado dan artinya