Sistemkoloid pada hakekatnya terdiri atas dua fase, yaitu fase terdispersi dan medium pendispersi.Yang berbedanya hanya ukuran fase terdispersinya. Zat yang didispersikan disebut fase terdispersi sedangkan medium yang digunakan untuk mendispersikan disebut medium pendispersi. Perbedaan antara Larutan sejati, Sistem Koloid dan Suspensi 2. Zatpengemulsi (emulgator) merupakan komponen yang paling penting agar memperoleh emulsa yang stabil. Zat pengemulsi adalah PGA, tragakan, gelatin, sapo dan lain-lain. Emulsa dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu emulsi vera (emulsi alam) dan emulsi spuria (emulsi buatan). Emulsi vera dibuat dari biji atau buah, dimana terdapat disamping Emulsicair : Sistem koloid dari zat cair yang terdispersi dalam zat cair lain; Emulsi padat : Sistem koloid dari zat cair yang terdispersi dalam zat padat; Syarat terjadinya emulsi yaitu kedua zat cair tidak saling melarutkan. 4.Buih. Buih adalah satu jenis koloid dengan fase terdispersi berupa gas dan medium pendispersi dapat berupa zat cair 1 Macam-macam sistem koloid. sistem koloid terdiri atas dua fase, yaitu fase terdispersi dan medium pendispersi. Baik fase terdispersi maupun medium pendispersi dapat berwujud padat, cair, dan gas. Berdasarkan fase terdispersi dan medium pendispersi, dikenal delapan macam koloid seperti dalam table berikut: a. Suspensiadalah bentuk campuran heterogen kasar yang terjadi antara fase terdispersi dalam medium pendispersi. Jenis campuran ini memiliki zat terdispersi berupa padatan dan medium pendispersi berupa cairan. Oleh karena itu, suspensi dibedakan menjadi zat terdispersi dan medium pendispersi yang mudah dibedakan komposisinya dalam campuran. axYTNzy. Emulsi adalah campuran antara partikel-partikel suatu zat cair fase terdispersi dengan zat cair lainnya fase pendispersi. Emulsi tersusun atas tiga komponen utama, yaitu Fase terdispersi, fase pendispersi, dan emulgator. Ada dua tipe emulsi, yaitu a. Emulsi A/1000 yaitu butiran-butiran air terdispersi dalam minyak b. Emulsi Thou/A yaitu butiran-butiran minyak terdispersi dalam air. Pada emulsi A/M, maka butiran-butiran air yang diskontinyu terbagi dalam minyak yang merupakan fase kontinyu, Sedangkan untuk emulsi Yard/A adalah sebaliknya. Kedua zat yang membentuk emulsi ini harus tidak atau sukar membentuk larutan dispersirenik Zat Pengemulsi Emulgator Emulsi merupakan suatu sistem yang tidak stabil. Untuk itu kita memerlukan suatu zat penstabil yang disebut zat pengemulsi atau emulgator. Tanpa adanya emulgator, maka emulsi akan segera pecah dan terpisah menjadi fase terdispersi dan medium pendispersinya, yang ringan terapung di atas yang berat. Adanya penambahan emulgator dapat menstabilkan suatu emulsi karena emulgator menurunkan tegangan permukaan secara bertahap. Adanya penurunan tegangan permukaan secara bertahap akan menurunkan energi bebas yang diperlukan untuk pembentukan emulsi menjadi semakin minimal. Artinya emulsi akan menjadi stabil bila dilakukan penambahan emulgator yang berfungsi untuk menurunkan energi bebas pembentukan emulsi semaksimal mungkin. Semakin rendah energi bebas pembentukan emulsi maka emulsi akan semakin mudah terbentuk. Tegangan permukaan menurun karena terjadi adsorpsi oleh emulgator pada permukaan cairan dengan bagian ujung yang polar berada di air dan ujung hidrokarbon pada minyak. Daya kerja emulgator disebabkan oleh bentuk molekulnya yang dapat terikat baik dalam minyak maupun dalam air. Bila emulgator tersebut lebih terikat pada air atau larut dalam zat yang polar maka akan lebih mudah terjadi emulsi minyak dalam air One thousand/A, dan sebaliknya bila emulgator lebih larut dalam zat yang non polar, seperti minyak, maka akan terjadi emulsi air dalam minyak A/Thou. Emulgator membungkus butir-butir cairan terdispersi dengan suatu lapisan tipis, sehingga butir-butir tersebut tidak dapat bergabung membentuk fase kontiniyu. Bagian molekul emulgator yang not polar larut dalam lapisan luar butir-butir lemak sedangkan bagian yang polar menghadap ke pelarut air. Pada beberapa proses, emulsi harus dipecahkan. Namun ada proses dimana emulsi harus dijaga agar tidak terjadi pemecahan emulsi. Zat pengemulsi atau emulgator juga dikenal sebagai koloid pelindung, yang dapat mencegah terjadinya proses pemecahan emulsi, contohnya Gelatin, digunakan pada pembuatan es krim; Sabun dan deterjen; Protein; True cat dan tinta; Elektrolit . Kestabilan Emulsi Bila dua larutan murni yang tidak saling campur/ larut seperti minyak dan air, dicampurkan, lalu dikocok kuat-kuat, maka keduanya akan membentuk sistem dispersi yang disebut emulsi. Secara fisik terlihat seolah-olah salah satu fasa berada di sebelah dalam fasa yang lainnya. Bila proses pengocokkan dihentikan, maka dengan sangat cepat akan terjadi pemisahan kembali, sehingga kondisi emulsi yang sesungguhnya muncul dan teramati pada sistem dispersi terjadi dalam waktu yang sangat singkat . Kestabilan emulsi ditentukan oleh dua gaya, yaitu i. Gaya tarik-menarik yang dikenal dengan gaya London-Van Der Waals. Gaya ini menyebabkan partikel-partikel koloid berkumpul membentuk agregat dan mengendap, ii. Gaya tolak-menolak yang disebabkan oleh pertumpang-tindihan lapisan ganda elektrik yang bermuatan sama. Gaya ini akan menstabilkan dispersi koloid Faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas emulsi, adalah 1. Tegangan antarmuka rendah 2. Kekuatan mekanik dan elastisitas lapisan antarmuka 3. Tolakkan listrik double layer iv. Relatifitas phase pendispersi kecil 5. Viskositas tinggi. Mahasiswa/Alumni Hanyang University01 Agustus 2022 0712Jawaban yang tepat adalah E. 4 dan 1. Emulsi merupakan larutan terdispersi yang terdiri dari dua zat yang tidak bercampur. Umumnya zat yang terdispersi berupa cairan, sedangkan zat pendispersinya dapat berupa gas, cairan ataupun semi padatan. Dari keempat zat yang ada diatas, zat yang tidak dapat bercampur adalah 1 air panas dan 4 minyak, karena keduanya memiliki kepolaran yang berbeda. Air panas merupakan senyawa polar, sedangkan minyak merupakan senyawa non polar, sehingga keduanya tidak dapat bercampur secara spontan. Akibatnya, jika keduanya dicampur dengan menggunakan emulgator zat pengemulsi, mereka akan membentuk sistem dispersi emulsi. Jadi, untuk mendapatkan emulsi, zat terdispersi dan medium pendispersinya adalah E. 4 minyak dan 1 air panas. Jawaban yang benar adalah E. Koloid adalah campuran antara dua zat yang memiliki perbedaan fase dengan partikel terdispersinya terlarut tersebar merata di dalam fase pendispersi pelarut. Berdasarkan fase terdispersi dan medium pendispersinya terdapat 8 sistem koloid. Salah satunya adalah emulsi. Emulsi adalah sistem koloid dengan fase terdispersinya zat cair dan medium pendispersinya juga zat cair. Contoh emulsi dalam kehidupan sehari-hari yaitu susu, santan, mayones, dll. Jadi, fase terdispersi dan medium pendispersinya emulsi adalah cair - cair.

untuk mendapatkan emulsi zat terdispersi dan medium pendispersinya adalah